Senin, 07 Januari 2013

REMASTERING UBUNTU

Remaster adalah sebuah teknik untuk mengubah, menambahkan, dan mengurangi paket dan aplikasi yang terdapat pada suatu Sistem Operasi. Remastering tidak hanya bisa dilakukan di sistem operasi berbasis open source, dalam SO yang berbasis closed source (seperti windows) pun hal ini bisa dilakukan. Dalam artikel ini saya akan mencoba menjelaskan teknik bagaimana meremaster Ubuntu 10.04 (Lucid Lynx).
Alat - alat yang di butuhkan untuk remaster.
1. Iso Image Ubuntu 10.04
2. UCK (Ubuntu Customization Kit)
3. Ruang kosong hardisk kalo bisa diatas 3.5 GB
Ayo Mulai Remaster!
PERHATIAN: CARA INI BERESIKO, SEBAIKNYA GUNAKAN FASILITAS CHROOT DI APLIKASI RECONSTRUCTOR
Hal pertama yang perlu di lakukan adalah menginstall UCK terlebih dahulu dengan mengetikkan perintah di terminal :
sudo apt-get install uck
oya, tentu menginstall uck dengan cara seperti di atas harus dilakukan dengan koneksi internet. ^_^
Setelah teristall dengan sukses, selanjutnya yaitu masuk ke dalam direktori tempat file image iso berada. Misalkan file iso punya saya ada di dalam folder home, maka cukup dengan melakukan perintah
cd ~
setelah masuk ke dalam direktori file isonya, maka langkah selanjutnya yaitu melakukan urutan 3 langkah berikut, satu per satu tentunya ...
sudo uck-remaster-unpack-iso ubuntu-10.04-desktop-i386.iso
sudo uck-remaster-unpack-initrd
sudo uck-remaster-unpack-rootfs
nah, kalau sudah sekarang silahkan cek isi folder ~/tmp/ (tanda ~ untuk mengganti /home/nama_user)
Jika proses unpack berhasil, maka dalam folder tersebut akan ada 3 folder lagi yang bernama 'remaster-initrd', 'remaster-root', dan 'remaster-iso', ketiga folder tersebut adalah hasil dari proses unpack yang telah dilakukan.

Selanjutnya kita akan masuk ke dalam tampilan yang ada di dalam calon remaster kita. Hal ini untuk mempermudah kita dalam mengubah isi calon ubuntu kita.
Masuk ke dalam terminal yang terdapat pada tty1 dengan cara menekan kombinasi tombol ctrl+alt+f1 Apabila berhasil, maka kita akan dimintai nama user dan password untuk login dalam terminal tty1.
mount semua device yang ada di dalam komputer kita ke dalam direktori remaster-root agar saat masuk ke dalam tampilan calon ubuntu kita, kita dapat menggunakan device tersebut seperti mouse, keyboard, dll dengan cara
sudo mount --bind /dev/ ~/tmp/remaster-root/dev
setelah itu chroot ke dalam calom ubuntu kita dengan perintah
sudo uck-remaster-chroot-rootfs
catatan: bila mounting diatas gagal gunakan ini (ralat):

sudo mount -o bind /dev ~/tmp/remaster-root/dev
sudo mount -o bind /proc ~/tmp/remaster-root/proc
sudo mount -o bind /sys ~/tmp/remaster-root/sys
selanjutnya yaitu masuk ke dalam calon tampilan ubuntu kita dengan perintah
startx -- :1
Nah, jika sudah masuk ke dalam tampilan calon ubuntu kita, kita bebas merubah paket - paket yang ada di dalamnya. Caranya bisa menggunakan ubuntu software center, atau dengan menggunakan synaptic package manager seperti menggunakan ubuntu biasa...
Ubuntu Software Center :
Synaptic Package Manager : untuk membuka synaptic package manager, klik System, Administration, Synaptic Package Manager
nah, jika sudah selesai menambah dan mengurangi pake, maka logout calon ubuntu kita tersebut. Maka kita akan masuk ke dalam terminal di tty1 lagi.
Sebelum kita membuat file iso untuk ubuntu kita yang telah di rubah paket-paketnya, maka kita perlu me-umount device dari dalam direktori remaster-root dengan cara :
umount ~/tmp/remaster-root/dev
setelah itu barulah kita melakukan packing untuk ubuntu kita yang baru dengan urutan langkah sebagai berikut :
sudo uck-remaster-pack-rootfs
sudo uck-remaster-pack-initrd
sudo uck-remaster-pack-iso ubuntu-punyaku.iso
nah, setelah itu file image iso kita yang baru akan berada di dalam folder remaster-new-files. Cobalah file iso tersebut dengan menggunakan virtualbox atau burn ke cd/dvd untuk di coba secara live.
»»  READMORE...

SIMPLE Bash Script

Simple Bash Script

Langkah awal sebaiknya periksa dulu shell aktif anda, gunakan perintah ps (report process status)
[fajar@linux$]ps
 PID TTY          TIME CMD
  219 tty1     00:00:00 bash
  301 tty1     00:00:00 ps
bash adalah shell aktif di system saya, jika disystem anda berbeda misalnya csh atau ksh ubahlah dengan perintah change shell
[fajar@linux$]chsh
Password:
New shell [/bin/csh]:/bin/bash
Shell changed
atau dengan mengetikkan bash
[fajar@linux$]bash
sekarang coba anda ketikkan perintah dibawah ini pada prompt shell
echo "Script shell pertamaku di linux"
[fajar@linux$]echo "Script shell pertamaku di linux"
Script shell pertamaku di linux
string yang diapit tanda kutip ganda (double quoted) akan ditampilkan pada layar anda, echo adalah statement (perintah) built-in bash yang berfungsi menampilkan informasi ke standard output yang defaultnya adalah layar. jika diinginkan mengulangi proses tersebut, anda akan mengetikkan kembali perintah tadi, tapi dengan fasilitas history cukup menggunakan tombol panah kita sudah dapat mengulangi perintah tersebut, bagaimana jika berupa kumpulan perintah yang cukup banyak, tentunya dengan fasilitas hirtory kita akan kerepotan juga mengulangi perintah yang diinginkan apalagi jika selang beberapa waktu mungkin perintah-perintah tadi sudah tertimpa oleh perintah lain karena history mempunyai kapasitas penyimpanan yang ditentukan. untuk itulah sebaiknya perintah-perintah tsb disimpan ke sebuah file yang dapat kita panggil kapanpun diinginkan.
coba ikuti langkah - langkah berikut:
  1. Masuk ke editor anda, apakah memakai vi,pico,emacs,dsb...
  2. ketikkan perintah berikut
    #!/bin/bash
    echo "Hello, apa khabar"
  3. simpan dengan nama file tes
  4. ubah permission file tes menggunakan chmod
    [fajar@linux$]chmod 755 tes
  5. jalankan
    [fajar@linux$]./tes
kapan saja anda mau mengeksekusinya tinggal memanggil file tes tersebut, jika diinginkan mengeset direktory kerja anda sehingga terdaftar pada search path ketikkan perintah berikut
PATH=$PATH:.
setelah itu script diatas dapat dijalankan dengan cara
[fajar@linux$]tes
Hello, apa khabar
tanda #! pada /bin/bash dalam script tes adalah perintah yang diterjemahkan ke kernel linux untuk mengeksekusi path yang disertakan dalam hal ini program bash pada direktory /bin, sebenarnya tanpa mengikutkan baris tersebut anda tetap dapat mengeksekusi script bash, dengan catatan bash adalah shell aktif. atau dengan mengetikkan bash pada prompt shell.
[fajar@linux$]bash tes
tentunya cara ini kurang efisien, menyertakan path program bash diawal script kemudian merubah permission file sehingga dapat anda execusi merupakan cara yang paling efisien.
Sekarang coba kita membuat script shell yang menampilkan informasi berikut:

  1. Waktu system
  2. Info tentang anda
  3. jumlah pemakai yang sedang login di system
contoh scriptnya:
#!/bin/bash
#myinfo

#membersihkan tampilan layar
clear           

#menampilkan informasi
echo -n "Waktu system   :"; date
echo -n "Anda           :"; whoami
echo -n "Banyak pemakai :"; who | wc -l
sebelum dijalankan jangan lupa untuk merubah permission file myinfo sehingga dapat dieksekusi oleh anda
[fajar@linux$]chmod 755 myinfo
[fajar@linux$]./myinfo
Waktu system   : Sat Nov 25  22:57:15 BORT 2001
Anda           : fajar
Banyak pemakai : 2
tentunya layout diatas akan disesuaikan dengan system yang anda gunakan statement echo dengan opsi -n akan membuat posisi kursor untuk tidak berpindah ke baris baru karena secara default statement echo akan mengakhiri proses pencetakan ke standar output dengan karakter baris baru (newline), anda boleh mencoba tanpa menggunakan opsi -n, dan lihat perbedaannya. opsi lain yang dapat digunakan adalah -e (enable), memungkinkan penggunaan backslash karakter atau karakter sekuen seperti pada bahasa C atau perl, misalkan :

echo -e "\abunyikan bell"
jika dijalankan akan mengeluarkan bunyi bell, informasi opsi pada statement echo dan backslash karakter selengkapnya dapat dilihat via man di prompt shell.
[fajar@linux$]man echo
»»  READMORE...