Minggu, 08 September 2013

Cara menginstall Windows 7 melalui USB Flashdisk

Selama ini saya telah mencoba mencari informasi bagaimana caranya menginstall Windows 7 melalui Flashdisk, dan akhirnya berhasil juga, walaupun prosesnya berjalan agak lambat dan kupikir ngga bakalan juga nih bisa menginstall lewat USB flashdisk, baru2 ini telah banyak artikel yang membahas tentang cara2 menginstall windows melalui USB flashdisk, dan saya pikir gak ada salahnya mencoba trik yang lain, siapa tau ada peningkatan dalam hal kecepatan penginstallannya.
Menginstall Windows melalui USB flashdisk ini ternyata banyak keuntungannya dibanding melalui CD atau DVD disk, Kita tidak perlu khawatir akan CD atau DVD yang ngga kebaca sama CD/DVD-ROM, CD atau DVD yang tergores, kadang menyulitkan dalam proses penginstallan windows, sedangkan melalui Flashdisk itu sendiri, hal yang demikian ngga lah perlu terjadi lagi.
Saya akan menunjukkan 2 ( secara manual dan otomatis ) cara menginstall windows 7 melalui USB FlashDisk
Sebelum kita mulai, perlu disiapkan adalah: Sekurangnya 1buah Flashdisk dengan kapasitan 4Gb ato lebih, soalnya Windows 7 setidaknya mengambil tempat sebesar 3Gb.

Cara Manual:
  1. Colokkan USB Flaskdisk anda. (masukin ke usb port yah, jgn ke tempat lain).
  2. Tekan Tombol WIN+R, ketik cmd dan klik OK.
  3. Ketik diskpart dan tekan ENTER.
  4. Ketik list disk, tekan ENTER dan pilihlah yang mana adalah USB flashdisk anda, hati2 jangan salah pilih nanti salah2 yg keformat adalah disk yang lain. jikalau anda punya hanya 1 harddisk makan USB flaskdisknya adalah disk1.
  5. Ketik select disk 1 dan tekan ENTER.
  6. Ketik clean dan tekan ENTER.
  7. Ketik create partition primary lalu tekan ENTER.
  8. Ketik select partition 1 dan tekan ENTER
  9. Ketik active dan tekan ENTER.
  10. Ketik format fs=fat32 dan tekan ENTER
  11. Ketik assign dan tekan ENTER
  12. Ketik exit dan tekan ENTER.
  13. Masukkan disk DVD windows 7  dan copy lah semua isi DVD tadi ke USB Flaskdisk anda.
  14. Booting komputer anda melalu USB Flashdisk, setting malalui bios komputer anda, pastikan boot nya melalui USB Flashdisk, apabila langkah2nya betul, maka proses instalasi windows seharusnya berjalan melalui USB Flashdisk.

Cara Otomatis.
Cara otomatis tentunya merupakan pilihan saya, dan untuk itu sudah tersedia program yang namanya WinToFlash, program ini akan melalukan langkah2 seperti cara manual diatas, yang kita perlu lakukan hanyalah menjalankan programnya, pilih sumber windows 7 dan arah USB flashdisk.
  1. Unduh dulu program WinToFlash versi terbaru. (download link diakhir artikel)
  2. Ekstrak dan jalankan file WinToFlash.exe
  3. Klik tombol “Check” dan mulailah proses Windows setup transfer wizard.
  4. Klik “Next”
  5. Pilih lokasi file Windows 7 dan lokasi USB Flaskdisk anda. klik “Next”.
  6. Pilih “I Accepted the terms of the license agreement” dan klik “Continue”
  7. Klik OK untuk memulai memformat USB Flashdisk dan file2 windows 7 secara otomatis akan dimasukkan ke USB Flashdisk.
  8. Klik “Next” apabila selesai pengopian, dan bootinglah komputer anda melalui USB Flashdisk tadi. apabila langkah2nya betul, maka proses instalasi windows seharusnya berjalan melalui USB Flashdisk.
Cara lain khusus untuk Windows 7 dapat menggunakan tools dari microsoft, yaitu Windows7 USB/DVD Download tools.

Sesudah Download dan install lalu jalankan programnya, pada langkah ke-1 pilih lokasi file .iso windows7 kita, lalu langkah ke-2 pilih apakah akan di install ke usb flashdisk tau bakar ke DVD disk.
Baru baru ini saya menemukan lagi perangkat lunak baru untuk membuat flashdisk kita menjadi CD/DVD, utility ini mengubah flashdisk kita menjadi installer untuk windows vista dan windows 7. Cara memakainya cukup mudah, tinggal pilih lokasi drive flashdisk kita dan sumber CD/DVD windows vista atau windows 7 kita.
Adapun cara lain lagi untuk membuat flasdisk kita agar bisa dipakai untuk menginstall windows 7 ialah dengan memakai tool yang bernama EasyBCD, berikut langkah2nya:
  1. Bagi yang belum punya program EasyBCD, silahkan download linknya diakhir artikel ini:
  2. Kemudian colokkan flaskdisk nya ke port USB komputer kita, lalu format lah dengan memakai partisi FAT32
  3. Jalankan program EasyBCD dan klik tombol “Bootloader Setup” di panel sebelah kiri.

  4. Dibawah kotak “Create Bootable External Media“, pilihlah flashdisk yang akan kita buat untuk menginstall windows 7.
  5. Kemudian klik tombol “Install BCD” dan tunggu sebentar sampai muncul kotak dialog berikut:

  6. Klik tombol “Yes” lalu tutuplah program EasyBCD, kemudian masukkan DVD windows 7 ke komputer/laptop.

  7. Setelah itu, copy lah semua isi DVD windows 7 tadi ke flashdisk yang telah kita siapkan tadi, jika anda punya file .iso windows 7, ekstrak dahulu ke folder yang telah kita tentukan, kemudian baru di copy ke flaskdisk tadi.
  8. Selesai, sekarang flasdisknya sudah bisa dipakai untuk menginstall windows ke laptop / komputer kita.
Demikian trik yang baru untuk membuat fd kita agar bisa dipake untuk menginstall windows.
Dan untuk menguji apakah usb flashdisk atau disk DVD windows kita berhasil atau ngga dapat menggunakan program / tools MobaliveCD.

Windows 8 telah diluncurkan oleh microsoft (versi beta) Silahkan juga dilihat cara menginstall Windows 8 melalui USB Flashdisk Cara menginstall Windows 8 Melalui USB Flashdisk Catatan:
  1. Untuk mengaktifkan windows 7 anda yang belum di aktivasi, silahkan lihat artikel berikut:
    Cara aktivasi Windows 7
  2. Apabila belum tahu cara menginstall windows7 ke komputer/laptop anda, silahkan lihat artikel berikut:
    Langkah2 Cara Menginstall windows 7 (Lengkap dengan gambar)
  3. Bila belum punya DVD asli windows7 nya silahkan:
    Download Windows 7 DVD ISO Asli
  4. Kalo belum tahu apa beda versi windows 7 home pemium, professional dan ultimate:
  5. Apa perbedaan Windows 7 Home Premium, Professional dan Ultimate
»»  READMORE...

Jumat, 06 September 2013

PENGERTIAN VIRUS

Deden hermawan  - Hay all??? Kali ini saya akan membahas tentang virus lagi nihh, Mungkin sebagian dari kalian sudah ada yang pernah merasakan keganasan dari  Virus, Worm, Trojan, Backdoor, Malware, dan Spyware. tapi tidak tau apa perbedaan dari Virus, Worm, Trojan, Backdoor, Malware, dan Spyware. maka dari itu saya akan coba posting Pengertian Virus, Worm, Trojan, Backdoor, Malware, Spyware itu sendiri dan saya harap dapat menambah pengetahuan kita semua berikut pengertiannya :


Virus :
Virus komputer merupakan program komputer yang dapat menggandakan atau menyalin dirinya sendiri dan menyebar dengan cara menyisipkan salinan dirinya ke dalam program atau dokumen lain. Virus komputer dapat dianalogikan dengan virus biologis yang menyebar dengan cara menyisipkan dirinya sendiri ke sel makhluk hidup. Virus komputer dapat merusak (misalnya dengan merusak data pada dokumen), membuat pengguna komputer merasa terganggu, maupun tidak menimbulkan efek sama sekali.

Virus komputer umumnya dapat merusak perangkat lunak komputer dan tidak dapat secara langsung merusak perangkat keras komputer (terutama pada sistem operasi , seperti sistem operasi berbasis keluarga Windows (Windows 95, Windows 98/98SE, Windows NT, Windows NT Server, Windows 2000, Windows 2000 Server, Windows 2003, Windows 2003 Server, Windows XP Home Edition, Windows XP Professional, Windows XP Servicepack 1, Windows XP Servicepack 2) bahkan GNU/Linux. Efek negatif virus komputer terutama adalah perbanyakan dirinya sendiri, yang membuat sumber daya pada komputer (seperti CPU Time, penggunaan memori) menjadi berkurang secara signifikan. Hampir 95% Virus adalah virus komputer berbasis sistim operasi Windows. Sisanya, 2% menyerang Linux/GNU (dan Unix, sebagai source dari Linux, tentunya), 1% menyerang Mac terutama Mac OS 9, Mac OS X (Tiger, Leopard). 2% lagi menyerang sistim operasi lain seperti FreeBSD, OS/2 IBM, dan Sun Operating System.

Serangan virus dapat dicegah atau ditanggulangi dengan menggunakan perangkat lunak antivirus. Jenis perangkat lunak ini dapat juga mendeteksi dan menghapus virus komputer, asalkan basis data virus komputer yang dimiliki oleh perangkat lunak antivirus telah mengandung kode untuk menghapus virus tersebut.

Contoh virusnya adalah Worm, Trojan, dll. Contoh antivirus yang bisa diandalkan dan menangkal virus adalah KasperSky, AVG, AntiVir, PCMAV, Norton, Norman, dan McAfee.

Worm :
Worm adalah jenis virus yang tidak menginfeksi program lainnya.
Ia membuat copy dirinya sendiri dan menginfeksi komputer lainnya (biasanya menggunakan hubungan jaringan) tetapi tidak mengkaitkan dirinya dengan program lainnya; akan tetapi sebuah worm dapat mengubah atau merusak file dan program.

Trojan :
Trojan adalah replika atau duplikat virus. Trojan dimasukan sebagai virus karena sifat program yang tidak diinginkan dan bekerja dengan sendirinya pada sebuah computer. Sifat trojan adalah mengkontrol computer secara otomatis. Misalnya computer yang dimasuki trojan email. Trojan dimasukan dalam RATS (remote access trojans) dimana sebuah computer dikontrol oleh program tertentu, bahkan beberapa trojan difungsikan membuka computer agar dapat dimasuki oleh computer dan diaccess dari jauh.

Backdoor :
Backdoor atau "pintu belakang", dalam keamanan sistem komputer, merujuk kepada mekanisme yang dapat digunakan untuk mengakses sistem, aplikasi, atau jaringan, selain dari mekanisme yang umum digunakan (melalui proses logon atau proses autentikasi lainnya). Disebut juga sebagai back door.

Backdoor pada awalnya dibuat oleh para programer komputer sebagai mekanisme yang mengizinkan mereka untuk memperoleh akses khusus ke dalam program mereka, seringnya digunakan untuk membenarkan dan memperbaiki kode di dalam program yang mereka buat ketika sebuah crash akibat bug terjadi. Salah satu contoh dari pernyataan ini adalah ketika Kenneth Thompson (salah seorang pemrogram sistem operasi UNIX membuat sebuah program proses login pada tahun 1983 ketika memperoleh Turing Award),
»»  READMORE...

Minggu, 10 Februari 2013

Cara Partisi Hardisk

cara partisi harddisk windows 7 dan vistaSebelum ke tutorial cara partisi harddisk, sebenarnya apa sih partisi harddisk itu? Gampang saja. Anda pernah melihat komputer dengan 2 atau lebih drive? Misalnya drive C, D, E, bahkan sampai F? Inilah yang disebut partisi harddisk. Harddisk komputer tersebut dibagi-bagi ke dalam beberapa partisi yang selanjutnya disebut drive C, D, E, dan F.
Namun demikian, tidak semua komputer yang memiliki beberapa drive adalah komputer dengan harddisk yang dipartisi. Bisa saja memang si pemilik memasangkan hard drive lain ke komputernya. Jika demikian, unit hard drive baru ini akan dideteksi sebagai drive baru.

Lalu apa gunanya partisi harddisk?

Jika komputer Anda hanya punya 1 harddisk dan tidak dipartisi, seluruh data Anda tersimpan di drive C. Suatu saat komputer Anda error dan harus diinstall ulang. Proses install ulang ini akan mengakibatkan seluruh data di drive C terhapus. Semua data Anda akan hilang.
Lain halnya jika Anda memiliki beberapa partisi harddisk. Anda dapat menyimpan data-data Anda di drive D misalnya. Dan jika suatu saat harus install ulang, data di drive D akan selamat. Proses install ulang hanya menyebabkan data di drive C yang hilang. Data-data di drive lain tidak tersentuh.
Bagaimana? Sudah jelas bukan manfaat partisi harddisk?

Cara partisi harddisk Windows 7 dan Vista

Cara membuat partisi harddisk untuk Windows 7 dan Vista dapat saya kelompokkan menjadi 2 tahap. Pertama, pembuatan ruang untuk partisi baru. Kedua, pembuatan partisi itu sendiri di dalam ruangan yang telah disediakan.
Berikut adalah tahap 1 nya, yaitu pembuatan ruang untuk partisi baru.
  • Klik tombol “Start” pada Taskbar/ Superbar (Windows 7). Pada kotak “Search programs and files” ketikkan “Computer Management”. Enter.
  • Klik “Disk Management” di bawah “Storage”. Akan muncul daftar partisi harddisk Anda.
cara partisi harddisk windows 7 dan vista
  • Klik kanan pada harddisk yang ingin Anda partisi. Pilih “Shrink Volume”.
cara partisi harddisk windows 7 dan vista
  • Berikutnya akan muncul jendela dialog “Shrink”. Ada 3 hal di situ, yaitu:
    • Total size….. – Kapasitas drive sebelum dipartisi
    • Size of….. – Kapasistas drive tersisa yang dapat dibuat partisi baru
    • Enter the…. – Masukkan ukuran partisi baru yang ingin Anda buat. Sebaiknya di bawah ukuran “Size of….”
cara partisi harddisk windows 7 dan vista
  • Klik “Shrink”. Akan muncul volume harddisk baru yang belum dialokasikan. Ini adalah ruang untuk partisi yang akan dibuat nantinya.
cara partisi harddisk windows 7 dan vista
Selanjutnya ke tahap kedua cara partisi harddisk, yaitu pembuatan partisi itu sendiri. Berikut langkah-langkahnya:
  • Klik kanan pada ruangan yang telah Anda buat tadi (Unallocated volume). Klik “New Simple Volume”.
cara partisi harddisk windows 7 dan vista
  • Akan muncul jendela “New Simpel Volume Wizard”. Klik “Next”
cara membuat partisi harddisk windows 7 dan vista
  • Berikutnya, masukkan ukuran yang Anda inginkan untuk partisi baru tersebut. Jika ingin menghabiskan seluruh ruang untuk 1 partisi, maka isi sesuai dengan ukuran “Maximum disk space in MB”.
cara membuat partisi harddisk windows 7 dan vista
  • Selanjutnya, tentukan huruf yang akan digunakan untuk partisi baru tersebut. Klik “Next”.
cara membuat partisi harddisk windows 7 dan vista
  • Pada jendela berikutnya, pastikan bahwa Anda memilih NTFS pada bagian “File system”. Centang “Perform a quick format”. Klik “Next”
cara partisi harddisk windows 7 dan vista
  • Terakhir, pastikan semua pengaturan Anda sudah benar. Klik “Finish”. Jika ada yang salah, klik “Back” dan lakukan pengaturan sesuai keinginan Anda.
cara membuat partisi harddisk windows 7 dan vista
  • Selesai. Untuk memastikan proses pembuatan partisi berhasil, buka windows explorer. Lihat apakah ada drive baru di sana dan cobalah menyimpan data di drive baru tersebut.
Demikian cara partisi harddisk Windows 7 dan Vista. Cukup mudah bukan? Adakah yang belum Anda pahami dari proses tersebut? Jika ya, cukup tinggalkan komentar dan saya akan berusaha menjawab sejauh yang saya ketahui.
»»  READMORE...

Senin, 07 Januari 2013

REMASTERING UBUNTU

Remaster adalah sebuah teknik untuk mengubah, menambahkan, dan mengurangi paket dan aplikasi yang terdapat pada suatu Sistem Operasi. Remastering tidak hanya bisa dilakukan di sistem operasi berbasis open source, dalam SO yang berbasis closed source (seperti windows) pun hal ini bisa dilakukan. Dalam artikel ini saya akan mencoba menjelaskan teknik bagaimana meremaster Ubuntu 10.04 (Lucid Lynx).
Alat - alat yang di butuhkan untuk remaster.
1. Iso Image Ubuntu 10.04
2. UCK (Ubuntu Customization Kit)
3. Ruang kosong hardisk kalo bisa diatas 3.5 GB
Ayo Mulai Remaster!
PERHATIAN: CARA INI BERESIKO, SEBAIKNYA GUNAKAN FASILITAS CHROOT DI APLIKASI RECONSTRUCTOR
Hal pertama yang perlu di lakukan adalah menginstall UCK terlebih dahulu dengan mengetikkan perintah di terminal :
sudo apt-get install uck
oya, tentu menginstall uck dengan cara seperti di atas harus dilakukan dengan koneksi internet. ^_^
Setelah teristall dengan sukses, selanjutnya yaitu masuk ke dalam direktori tempat file image iso berada. Misalkan file iso punya saya ada di dalam folder home, maka cukup dengan melakukan perintah
cd ~
setelah masuk ke dalam direktori file isonya, maka langkah selanjutnya yaitu melakukan urutan 3 langkah berikut, satu per satu tentunya ...
sudo uck-remaster-unpack-iso ubuntu-10.04-desktop-i386.iso
sudo uck-remaster-unpack-initrd
sudo uck-remaster-unpack-rootfs
nah, kalau sudah sekarang silahkan cek isi folder ~/tmp/ (tanda ~ untuk mengganti /home/nama_user)
Jika proses unpack berhasil, maka dalam folder tersebut akan ada 3 folder lagi yang bernama 'remaster-initrd', 'remaster-root', dan 'remaster-iso', ketiga folder tersebut adalah hasil dari proses unpack yang telah dilakukan.

Selanjutnya kita akan masuk ke dalam tampilan yang ada di dalam calon remaster kita. Hal ini untuk mempermudah kita dalam mengubah isi calon ubuntu kita.
Masuk ke dalam terminal yang terdapat pada tty1 dengan cara menekan kombinasi tombol ctrl+alt+f1 Apabila berhasil, maka kita akan dimintai nama user dan password untuk login dalam terminal tty1.
mount semua device yang ada di dalam komputer kita ke dalam direktori remaster-root agar saat masuk ke dalam tampilan calon ubuntu kita, kita dapat menggunakan device tersebut seperti mouse, keyboard, dll dengan cara
sudo mount --bind /dev/ ~/tmp/remaster-root/dev
setelah itu chroot ke dalam calom ubuntu kita dengan perintah
sudo uck-remaster-chroot-rootfs
catatan: bila mounting diatas gagal gunakan ini (ralat):

sudo mount -o bind /dev ~/tmp/remaster-root/dev
sudo mount -o bind /proc ~/tmp/remaster-root/proc
sudo mount -o bind /sys ~/tmp/remaster-root/sys
selanjutnya yaitu masuk ke dalam calon tampilan ubuntu kita dengan perintah
startx -- :1
Nah, jika sudah masuk ke dalam tampilan calon ubuntu kita, kita bebas merubah paket - paket yang ada di dalamnya. Caranya bisa menggunakan ubuntu software center, atau dengan menggunakan synaptic package manager seperti menggunakan ubuntu biasa...
Ubuntu Software Center :
Synaptic Package Manager : untuk membuka synaptic package manager, klik System, Administration, Synaptic Package Manager
nah, jika sudah selesai menambah dan mengurangi pake, maka logout calon ubuntu kita tersebut. Maka kita akan masuk ke dalam terminal di tty1 lagi.
Sebelum kita membuat file iso untuk ubuntu kita yang telah di rubah paket-paketnya, maka kita perlu me-umount device dari dalam direktori remaster-root dengan cara :
umount ~/tmp/remaster-root/dev
setelah itu barulah kita melakukan packing untuk ubuntu kita yang baru dengan urutan langkah sebagai berikut :
sudo uck-remaster-pack-rootfs
sudo uck-remaster-pack-initrd
sudo uck-remaster-pack-iso ubuntu-punyaku.iso
nah, setelah itu file image iso kita yang baru akan berada di dalam folder remaster-new-files. Cobalah file iso tersebut dengan menggunakan virtualbox atau burn ke cd/dvd untuk di coba secara live.
»»  READMORE...

SIMPLE Bash Script

Simple Bash Script

Langkah awal sebaiknya periksa dulu shell aktif anda, gunakan perintah ps (report process status)
[fajar@linux$]ps
 PID TTY          TIME CMD
  219 tty1     00:00:00 bash
  301 tty1     00:00:00 ps
bash adalah shell aktif di system saya, jika disystem anda berbeda misalnya csh atau ksh ubahlah dengan perintah change shell
[fajar@linux$]chsh
Password:
New shell [/bin/csh]:/bin/bash
Shell changed
atau dengan mengetikkan bash
[fajar@linux$]bash
sekarang coba anda ketikkan perintah dibawah ini pada prompt shell
echo "Script shell pertamaku di linux"
[fajar@linux$]echo "Script shell pertamaku di linux"
Script shell pertamaku di linux
string yang diapit tanda kutip ganda (double quoted) akan ditampilkan pada layar anda, echo adalah statement (perintah) built-in bash yang berfungsi menampilkan informasi ke standard output yang defaultnya adalah layar. jika diinginkan mengulangi proses tersebut, anda akan mengetikkan kembali perintah tadi, tapi dengan fasilitas history cukup menggunakan tombol panah kita sudah dapat mengulangi perintah tersebut, bagaimana jika berupa kumpulan perintah yang cukup banyak, tentunya dengan fasilitas hirtory kita akan kerepotan juga mengulangi perintah yang diinginkan apalagi jika selang beberapa waktu mungkin perintah-perintah tadi sudah tertimpa oleh perintah lain karena history mempunyai kapasitas penyimpanan yang ditentukan. untuk itulah sebaiknya perintah-perintah tsb disimpan ke sebuah file yang dapat kita panggil kapanpun diinginkan.
coba ikuti langkah - langkah berikut:
  1. Masuk ke editor anda, apakah memakai vi,pico,emacs,dsb...
  2. ketikkan perintah berikut
    #!/bin/bash
    echo "Hello, apa khabar"
  3. simpan dengan nama file tes
  4. ubah permission file tes menggunakan chmod
    [fajar@linux$]chmod 755 tes
  5. jalankan
    [fajar@linux$]./tes
kapan saja anda mau mengeksekusinya tinggal memanggil file tes tersebut, jika diinginkan mengeset direktory kerja anda sehingga terdaftar pada search path ketikkan perintah berikut
PATH=$PATH:.
setelah itu script diatas dapat dijalankan dengan cara
[fajar@linux$]tes
Hello, apa khabar
tanda #! pada /bin/bash dalam script tes adalah perintah yang diterjemahkan ke kernel linux untuk mengeksekusi path yang disertakan dalam hal ini program bash pada direktory /bin, sebenarnya tanpa mengikutkan baris tersebut anda tetap dapat mengeksekusi script bash, dengan catatan bash adalah shell aktif. atau dengan mengetikkan bash pada prompt shell.
[fajar@linux$]bash tes
tentunya cara ini kurang efisien, menyertakan path program bash diawal script kemudian merubah permission file sehingga dapat anda execusi merupakan cara yang paling efisien.
Sekarang coba kita membuat script shell yang menampilkan informasi berikut:

  1. Waktu system
  2. Info tentang anda
  3. jumlah pemakai yang sedang login di system
contoh scriptnya:
#!/bin/bash
#myinfo

#membersihkan tampilan layar
clear           

#menampilkan informasi
echo -n "Waktu system   :"; date
echo -n "Anda           :"; whoami
echo -n "Banyak pemakai :"; who | wc -l
sebelum dijalankan jangan lupa untuk merubah permission file myinfo sehingga dapat dieksekusi oleh anda
[fajar@linux$]chmod 755 myinfo
[fajar@linux$]./myinfo
Waktu system   : Sat Nov 25  22:57:15 BORT 2001
Anda           : fajar
Banyak pemakai : 2
tentunya layout diatas akan disesuaikan dengan system yang anda gunakan statement echo dengan opsi -n akan membuat posisi kursor untuk tidak berpindah ke baris baru karena secara default statement echo akan mengakhiri proses pencetakan ke standar output dengan karakter baris baru (newline), anda boleh mencoba tanpa menggunakan opsi -n, dan lihat perbedaannya. opsi lain yang dapat digunakan adalah -e (enable), memungkinkan penggunaan backslash karakter atau karakter sekuen seperti pada bahasa C atau perl, misalkan :

echo -e "\abunyikan bell"
jika dijalankan akan mengeluarkan bunyi bell, informasi opsi pada statement echo dan backslash karakter selengkapnya dapat dilihat via man di prompt shell.
[fajar@linux$]man echo
»»  READMORE...